﷽
Ustadz Abdurrahman Al Amiry hafizahullohuta'ala
📗 Menanamkan Tauhid Dalam Keluarga.
📌 Masjid Al Azhar Summarecon
🗓️ 8 November 2025, 09.00 WIB.
Nabi Muhammad mengajarkan tauhid kepada keluarga dan anak-anaknya, beliau mengajarkan pada Abdullah Ibnu Abbas (sepupu Nabi) yang masih keluarga dan anak-anak.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ:
«يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ».
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Dari Ibnu Abbas berkata:
"Suatu hari aku berada di belakang Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda:
*'Wahai anak kecil, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat:
Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu;
jagalah Allah niscaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu.
Jika engkau meminta, mintalah hanya kepada Allah;
jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.
Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu suatu manfaat, mereka tidak akan bisa memberimu kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu.
Dan seandainya mereka berkumpul untuk membahayakanmu, mereka tidak akan bisa membahayakanmu kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.
Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.'"
(HR. At-Tirmidzi, ia berkata: hasan sahih).
Dalam hadist diatas ditunjukkan betapa tawadhunya Rasulullah, dalam membawa tunggangan didepan orang yang lebih muda.
Suatu ketika Umar bin Khattab hendak mengadakan rapat besar beserta para alumni badar dan menyertakan Abdullah Ibnu Abbas, Umar berkata "umurnya muda namun akalnya dewasa", hal ini karena oleh Abbas sering didekatkan ke masjid dan berinteraksi dengan Rasulullah dan orang-orang Sholeh.
Mengajarkan tauhid adalah sedari kecil sebagaimana Luqman mengajar anaknya ketika kecil.
Al-Qur’an – Surah Luqman ayat 13
وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٌ
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya:
‘Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang sangat besar.’”
Apa makna "jagalah Allah" dalam hadist diatas ?
(1) Menjaga batas-batas yang telah Allah tetapkan, menjalankan yang diperintahkan dan meninggalkan yang haram, juga meninggalkan yang syubhat agar tidak terjatuh kedalam yang haram.
Abdullah Al Qassimi salah satu ulama yang terjatuh dalam syubhat karena mengambil pendapat orang-orang yang berada diluar koridor syariat hingga pada akhirnya nauzubillah menjadi ateis.
Batasan yang mudah dan jelas diantaranya adalah menjaga dan memperhatikan sholat anak-anak kita.
Surah Al-Baqarah ayat 238
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
“Peliharalah semua shalat dan (peliharalah) shalat tengah, dan berdirilah untuk Allah dengan khusyuk.”
Hadis dari Jabir bin Abdillah r.a.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ»
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.”
(HR. Muslim no. 82)
Bagaimana anak-anak berdiri dalam sholat ? letakkan disamping kita, dan kondisikan agar tetap dalam posisinya, ketika akan berpindah maka cegah agar tetap pada posisinya.
(2) Menjaga anggota badan dari maksiat dan hal-hal yang melanggar syariat, biasakan anak untuk berdzikir dan tidak mengeluh. Badan yang dijaga demikian akan mendapatkan kekuatan jiwa dan fisik, sebagaimana sahabat Rasulullah dan orang-orang terdahulu. Dosa dan maksiat menyebabkan fisik menjadi lemah, contohnya khamr & narkoba dll. Maka jaga fisik anak-anak kita katakan dan larang yang haram, katakan rokok haram dan cegah mereka darinya.
Hadis Qudsi (Sahih Bukhari no. 6502)
النَّصُّ العَرَبِيّ
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله ﷺ:
«إِنَّ اللَّهَ قَالَ:
مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ،
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ،
وَلَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ،
فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ،
وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ،
وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا،
وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا،
وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ،
وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ،
وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ،
يَكْرَهُ الْمَوْتَ، وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ.»
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman:
“Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya.
Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya.
Dan hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.
Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar,
penglihatannya yang dengannya ia melihat,
tangannya yang dengannya ia berbuat,
dan kakinya yang dengannya ia berjalan.
Jika ia meminta kepada-Ku, pasti akan Aku beri;
dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti akan Aku lindungi.
Dan Aku tidak ragu terhadap sesuatu yang Aku lakukan seperti keraguan-Ku dalam mengambil nyawa seorang mukmin; ia membenci kematian dan Aku tidak suka menyakitinya.”
Makna "jagalah Allah niscaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu." adalah dengan menjaga agama Allah kita akan mendapatkan bimbingan dan pertolongan Allah.
Makna "Jika engkau meminta, mintalah hanya kepada Allah; jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.", bersandar dan meminta hanya kepada Allah dalam perkara apapun bahkan dalam perkara yang sepele, sesuai hadist :
قال رسول الله ﷺ:
«لِيَسْأَلْ أَحَدُكُم رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا، حَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ»
رواه الترمذي (رقم 4/289) وحسّنه الألباني.
“Hendaklah salah seorang di antara kalian meminta kepada Tuhannya segala kebutuhannya, bahkan hingga tali sandalnya jika terputus.”
Bahkan mintalah pertolongan Allah dalam berhenti dari perkara dosa dan maksiat.
جاء شابٌّ إلى النبي ﷺ فقال:
يا رسولَ اللهِ، ائْذَنْ لي بالزِّنا.
فأقبل القومُ عليه فزجروه، قالوا: مهْ مهْ.
فقال له النبي ﷺ:
«أُدْنُهُ».
فدنا منه قريبًا، فقال:
«أتحبُّه لأمِّك؟»
قال: لا والله، جعلني الله فداءك.
قال: «ولا الناسُ يحبُّونه لأمهاتهم».
قال: «أفتُحِبُّه لابنتك؟»
قال: لا والله يا رسولَ الله، جعلني الله فداءك.
قال: «ولا الناسُ يحبُّونه لبناتهم».
قال: «أفتُحِبُّه لأختك؟»
قال: لا والله جعلني الله فداءك.
قال: «ولا الناسُ يحبُّونه لأخواتهم».
قال: «أفتُحِبُّه لعمَّتِك؟»
قال: لا والله.
قال: «ولا الناسُ يحبُّونه لعمَّاتِهم».
قال: «أفتُحِبُّه لخالتك؟»
قال: لا والله.
قال: «ولا الناسُ يحبُّونه لخالاتهم».
ثم وضع رسول الله ﷺ يده عليه وقال:
«اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ، وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ».
قال: فلم يكن بعد ذلك الفتى يلتفت إلى شيءٍ.
رواه الإمام أحمد (رقم 22211) وحسّنه الألباني.
Seorang pemuda datang kepada Nabi ﷺ dan berkata:
“Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk berzina.”
Para sahabat marah dan menghardiknya. Namun Nabi ﷺ berkata, “Dekatlah kemari.”
Pemuda itu mendekat. Lalu Nabi ﷺ bertanya:
“Apakah engkau suka jika itu dilakukan kepada ibumu?”
Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.”
Nabi bersabda, “Demikian pula manusia tidak suka itu dilakukan kepada ibu mereka.”
“Apakah engkau suka jika itu dilakukan kepada anak perempuanmu?”
“Tidak, demi Allah.”
Nabi bersabda, “Manusia juga tidak suka untuk anak-anak perempuan mereka.”
Nabi ﷺ mengulang tanya yang sama tentang saudara perempuan, bibi dari pihak ayah, dan bibi dari pihak ibu — pada semuanya pemuda itu menjawab: “Tidak.”
Lalu Nabi ﷺ meletakkan tangannya pada pemuda itu dan berdoa:
“Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikan hatinya, dan jagalah kemaluannya.”
Setelah itu, pemuda tersebut tidak lagi tertarik kepada zina.
( HR Imam Ahmad 22211 )
Makna "Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu suatu manfaat, mereka tidak akan bisa memberimu kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu.", meyakini segala sesuatu terjadi dengan ijin dan takdir dari Allah, maka mintalah hanya kepada Allah dan inilah pentingnya untuk memperkuat Tauhid dalam keluarga.
Barakallahu fiikum.
Jazakumullahu khair.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Sebab-sebab Hati Berpenyakit
﷽ 📘 Kitab Al-Bahrur Raa’iq fi Az-Zuhd war-Raqaa’iq karya Syaikh Dr. Ahmad Farid Ustadz Ahmad Bazher hafizhahullahu ta’ala 🗓️ Sabtu Pagi,...
-
intitle:"index of" "/usernames" intext:"-----BEGIN CERTIFICATE-----" ext:txt intitle:"index of" ...
-
﷽ This is just a 5 minutes article on howto install Anydesk on Debian based Linux (Kali/Parrot/Ubuntu). # Update and preparation : $ s...
No comments:
Post a Comment