Saturday, July 18, 2026
Menghadapi Krisis Dengan Panduan Syariat
📗 Menghadapi Krisis Dengan Panduan Syariat
👤 Ustadz Doktor Firanda Andirja حفظه الله
📅 18 Juli 2026, 09.00 WIB.
Tabiat dalam kehidupan adalah kita akan mengalami masa-masa kritis dan krisis.
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
"Dan sungguh, Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155)
أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedangkan mereka belum diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2)
Allah menciptakan umat ini dengan nabi yang terbaik dan generasi terbaik, sehingga yang mempelajari Sirah Nabawiyah akan mendapati berbagai macam ujian yang dihadapi nabi dan para sahabat.
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali 'Imran: 110)
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
"Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang yang setelah mereka, kemudian orang-orang yang setelah mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)
Bagaimana ujian yang menimpa umat Islam diawal dakwah, ujian yang menimpa Bilal bin Rabah dan keluarga Amr bin Yassir. Ujian akan selalu datang dan harus dihadapi, hingga pada saat umat Islam harus hijrah ke Madinah, umat Islam mengalami krisis ekonomi dan disitu Rasulullah mempersaudarakan Anshar dan Muhajirin.
Demikianlah juga dalam keluarga Rasulullah terjadi krisis dimana para istri-istri Rasulullah sepakat meminta uang tambahan, hingga Rasulullah meninggalkan mereka sementara selama 1 bulan, hingga Allah berikan jalan keluar.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ إِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا ٢٨
وَإِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا ٢٩
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, 'Jika kamu menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka kemarilah, akan kuberikan kepadamu mut'ah (pemberian) dan aku akan menceraikan kamu dengan cara yang baik.'
'Dan jika kamu menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa saja di antara kamu yang berbuat baik.'"
(QS. Al-Ahzab: 28–29)
Berikutnya juga adalah ketika tahun-tahun kesedihan, saat istri beliau Khadijah meninggal, kemudian paman beliau Abu Thalib meninggal dan beratnya ujian dakwah di Thaif.
Bahkan setelah Rasulullah meninggal terjadi krisis munculnya orang yang murtad dan nabi palsu musailamah Al Kadzab beserta 50000 orang pengikutnya yang siap berjuang dijalan kesesatan.
Oleh karenanya solusi yang terbaik adalah solusi yang dicontohkan oleh Rasulullah.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."
(QS. Al-Ahzab [33]: 21)
Bagaimana nabi Yakub mengalami ujian dan mengucapkan ucapan yang baik.
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
"Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui."
(QS. Yusuf [12]: 86)
Bagaimana imam Syafi'i tidak pernah mengadukan kesedihan dalam bentuk syair-syair. Untuk menghadapi Krisis ditempuh dengan 2 cara, secara Syariat dan secara Praktis.
Bagaimana nabi Musa menghadapi krisis ketika memukul salah satu orang Mesir hingga meninggal yang mengharuskan beliau hijrah ke Madyan dan menggembalakan kambing selama 10 tahun dari kondisi sebelumnya serba kecukupan dalam naungan Fir'aun berubah menjadi penggembala kambing di negeri asing.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha: 25–28)
Maka persiapan secara Syariat dalam menghadapi Krisis didahulukan sebelum persiapan atau cara praktis.
Dalam perang Ahzab ketika kaum Muslimin di Madinah dikepung oleh gabungan berbagai suku Arab dan sekutu mereka. Dalam situasi yang sangat berat itu kaum muslimin dalam keterangan karena telah siap dalam keimanan secara syariat.
Surah Al-Ahzab ayat 10-11 :
إِذْ جَاءُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا
"Yaitu ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, ketika penglihatanmu terpana, hatimu menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu berprasangka yang bermacam-macam terhadap Allah."
هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا
"Di sanalah orang-orang mukmin diuji dan diguncangkan (iman mereka) dengan guncangan yang sangat dahsyat."
Maka diantara yang penting adalah "Iman, menghadirkan kelapangan dada" dalam menghadapi krisis, berbagai macam krisis.
Imam Ahmad bin Hambal ditanya kapan kita beristirahat dari ujian ?
قِيلَ لِلْإِمَامِ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ: مَتَى يَجِدُ الْعَبْدُ طَعْمَ الرَّاحَةِ؟
فَقَالَ: عِنْدَ أَوَّلِ قَدَمٍ يَضَعُهَا فِي الْجَنَّةِ.
Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya, 'Kapan seorang hamba akan merasakan istirahat yang sesungguhnya?' Beliau menjawab, 'Ketika pertama kali ia melangkahkan kakinya ke dalam surga.'
📝 Bagaimana menghadapi krisis secara syariat :
1. Bersabar, bukan berarti pasrah tanpa berusaha.
Allah mencintai orang yang bersabar.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
"Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar." ( AS. Ali 'Imran ayat 146)
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلَا وَصَبٍ، وَلَا هَمٍّ، وَلَا حَزَنٍ، وَلَا أَذًى، وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
"Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, sakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, maupun duka, bahkan hingga tertusuk duri, melainkan Allah menghapus sebagian dosa-dosanya karena itu."
(HR. Sahih al-Bukhari No. 5641–5642; Sahih Muslim No. 2573)
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
HR. Jami' at-Tirmidzi No. 2398 (dinilai hasan sahih oleh Imam At-Tirmidzi), juga diriwayatkan oleh Sunan Ibnu Majah No. 4023 dan Musnad Ahmad.
Ujian dan musibah dapat menjadikan seseorang menjadi merendahkan diri kepada Allah, menghilangkan kesombongan, dan inilah yang Allah inginkan.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُم بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
"Sungguh, Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami timpakan kepada mereka kesengsaraan dan penderitaan agar mereka merendahkan diri (berdoa dan kembali) kepada Allah."
(QS. Al-An'am: 42)
2. Bertaubat, tidaklah datang ujian dan musibah diantaranya karena dosa.
Ucapan Ali bin Abi Tholib
مَا نَزَلَ بَلَاءٌ إِلَّا بِذَنْبٍ، وَلَا رُفِعَ إِلَّا بِتَوْبَةٍ
"Tidaklah suatu musibah turun melainkan karena dosa, dan tidaklah musibah itu diangkat melainkan dengan taubat."
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."
(QS. Asy-Syura: 30)
Doa Nabi Yunus ketika menghadapi musibah
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
"Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Anbiya: 87)
3. Jangan pernah mencari solusi dengan maksiat, senantiasa berbaik sangka pada Allah, apapun yang terjadi bertakwalah kepada Allah.
مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ، فَلَا يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ، فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ، ثُمَّ يَكُبُّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
"Barang siapa melaksanakan salat Subuh, maka ia berada dalam tanggungan (perlindungan dan jaminan) Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian karena melanggar tanggungan-Nya. Sebab, siapa yang dituntut Allah karena melanggar tanggungan-Nya, niscaya Allah akan mendapatkannya, kemudian melemparkannya dengan wajahnya ke dalam Neraka Jahanam." (Hadis Riwayat Muslim no. 657).
4. Tetap berharap pada Allah dan tidak putus asa.
Surah Ash-Shaffat 100-101 :
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh."
فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ
📝 Bagaimana menghadapi krisis secara realitas :
1. Menata kemampuan : menempuh mudharat yang lebih ringan, musyawarah & mengatur sumberdaya.
2. Tidak boleh berputus asa, tetap berusaha.
3. Tidak semua berita dibenarkan dan disebarkan.
Barakallahu fiikum.
Wa jazakumullahu khair.
Thursday, May 14, 2026
Mengingkari Dunia Dengan Amalan Akhirat
﷽
📗 Mengingkari Dunia Dengan Amalan Akhirat
👤 Ustadz Abdullah Amir Maretan حفظه الله
📅 14 Mei 2026, Ba'da Maghrib
📹 Live streaming : https://www.youtube.com/live/hdKSDLkdaUY?si=sMj2QplYLLUau7kD
🏠 Masjid Al-Aziz
📍 Jl. Soekarno Hatta No. 662, Bandung
Setelah syaikh menjelaskan hakikat keikhlasan dan keutamaannya, beliau menjelaskan mengenai gelapnya ketika seseorang menginginkan dunia dengan amalan-amalan akhirat yang sudah semestinya dia lakukan, amalan ketaatan semestinya dilakukan semata-mata karena Allah.
Berbahayanya menginginkan dunia dengan amalan akhirat.
Diantara marabahaya yang besar ketika seseorang melakukan amalan-amalan sholeh namun kemudian dengan amalan tersebut dia menginginkan bagian dari kenikmatan dunia ini ¹ diantara bentuk kesyirikan, ini bertentangan dengan kesempurnaan tauhid dan ² menggugurkan amalan Sholeh yang dikerjakan tersebut, menginginkan dunia dengan amal Sholeh jauh lebih berat daripada riya', karena ; Obsesinya hanya dunia, keinginan terhadap dunia seringkali mengalahkan keikhlasannya dalam beramal. Sedangkan riya' terkadang menimpa satu amalan namun amalan yang lain tidak.
Andapun orang beriman berhati-hati dari riya' maupun menginginkan dunia dengan amalan akhirat, dua perkara ini memiliki kekhususan masing-masing, tetapi juga dalam keadaannya secara dzohir memiliki kemiripan.
Ketika seseorang memperindah amalannya dihadapan manusia, dan target yang dikejar adalah mendapatkan penghormatan dan pujian dari manusia. Karena sanjungan dan pujian adalah diantara bentuk kenikmatan dunia. Bisa jadi seseorang melakukan amalan akhirat yang tidak dilihat manusia namun dia menginginkan dunia dari amalan yang dilakukannya, diantara contohnya : seseorang melakukan amalan haji (badal) untuk mendapatkan uangnya, atau contoh lainnya adalah berjihad untuk sekedar mendapatkan ghanimah.
Kenikmatan dunia bukan merupakan tanda kecintaan Allah, karena tanda Allah mencintai seseorang adalah :
إِنَّ اللَّهَ قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلَاقَكُمْ كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ، وَإِنَّ اللَّهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لَا يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الدِّينَ إِلَّا لِمَنْ أَحَبَّ
“Sesungguhnya Allah membagi akhlak kalian sebagaimana Dia membagi rezeki kalian. Dan sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang Dia cintai maupun yang tidak Dia cintai. Tetapi Allah tidak memberi agama (iman/hidayah) kecuali kepada orang yang Dia cintai.”
Orang yang riya' dan yang melakukan amalan akhirat untuk kepentingan dunia kedua-duanya merugi, dan pelakunya dimurkai oleh Allah. Syaikh kemudian mengingatkan betapa rugi pelakunya :
1. Tidak akan pernah mulia seseorang yang menginginkan dunia dengan amalan akhirat.
Surah Hud Ayat 15 - 16 :
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.”
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat selain neraka. Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”
Yang membuat kita beramal untuk mendapatkan dunia adalah karena kita tidak mengetahui rendahnya dunia.
لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya dunia di sisi Allah sebanding dengan sayap seekor nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi orang kafir seteguk air pun darinya.”
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مَرَّ بِالسُّوقِ دَاخِلًا مِنْ بَعْضِ الْعَالِيَةِ وَالنَّاسُ كَنَفَتَيْهِ، فَمَرَّ بِجَدْيٍ أَسَكَّ مَيِّتٍ، فَتَنَاوَلَهُ فَأَخَذَ بِأُذُنِهِ، ثُمَّ قَالَ: أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟
قَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ، وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟
قَالَ: أَتُحِبُّونَ أَنَّهُ لَكُمْ؟
قَالُوا: وَاللَّهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيهِ؛ لِأَنَّهُ أَسَكُّ، فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟
فَقَالَ: فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
Dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah ﷺ melewati pasar dan orang-orang berada di sekeliling beliau. Lalu beliau melewati seekor anak kambing cacat telinganya yang sudah mati. Beliau memegang telinganya lalu bersabda:
“Siapa di antara kalian yang mau membeli ini seharga satu dirham?”
Mereka menjawab: “Kami tidak mau walaupun gratis. Apa gunanya?”
Beliau bersabda: “Apakah kalian suka jika itu menjadi milik kalian?”
Mereka berkata: “Demi Allah, kalau masih hidup saja itu cacat karena telinganya rusak, apalagi sudah mati.”
Maka beliau bersabda:
“Demi Allah, dunia itu lebih hina di sisi Allah daripada bangkai kambing ini di mata kalian.”
إِنَّ اللَّهَ لَيَحْمِي عَبْدَهُ الْمُؤْمِنَ مِنَ الدُّنْيَا وَهُوَ يُحِبُّهُ، كَمَا تَحْمُونَ مَرِيضَكُمُ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ تَخَافُونَ عَلَيْهِ
“Sesungguhnya Allah benar-benar melindungi hamba-Nya yang beriman dari dunia padahal Dia mencintainya, sebagaimana kalian melindungi orang sakit kalian dari makanan dan minuman yang kalian khawatirkan membahayakannya.”( Hadis riwayat Imam At-Tirmidzi dari Qatadah bin An-Nu'man).
Surah Al-Isra ayat 18 - 19 :
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
“Barang siapa menghendaki kehidupan yang segera (dunia), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.”
وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا
“Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.”
2. Kenikmatan dunia yang diinginkan pun hanya akan diperoleh ketika Allah menghendaki memberikannya.
Surah Asy-Syura ayat 20:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
“Barang siapa menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya. Dan barang siapa menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.”
Oleh karena itu hendaknya orang yang beriman mengikhlaskan ibadah/amal shaleh semata-mata karena Allah.
Barakallahu fiikum
Wa jazakumullahu khair.
Wednesday, February 18, 2026
Paloalto 100% full /opt/pancfg

﷽
On Palo Alto Networks firewalls, a 100% full /opt/pancfg partition is a known critical issue and can break commits, upgrades, and logging. Your output shows exactly that:
rizky@PANOS> show system disk-space
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/nvme0n1p3 32G 6.8G 23G 23% /
none 16G 72K 16G 1% /dev
/dev/nvme0n1p5 63G 62G 1G 100% /opt/pancfg
So here is the quickfix, first of all always backup before performing any changes in the configuration :
rizky@PANOS> config
rizky@PANOS# save config to RIZKY-CONFIG
Config saved to RIZKY-CONFIG
[edit]
1) Check disk space, specifically /opt/pancfg :
rizky@PANOS> show system disk-space
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/nvme0n1p3 32G 6.8G 23G 23% /
none 16G 72K 16G 1% /dev
/dev/nvme0n1p5 63G 62G 1G 100% /opt/pancfg
/dev/nvme0n1p6 32G 7.9G 22G 27% /opt/panrepo
tmpfs 16G 5.6G 9.9G 36% /dev/shm
cgroup_root 16G 0 16G 0% /cgroup
/dev/nvme0n1p8 267G 25G 228G 10% /opt/panlogs
2) Enable Aggressive Log Cleaning :
rizky@PANOS> debug software disk-usage aggressive-cleaning enable
This will automatically purge all old log files if disk hits 95% occupancy. Do you accept this potential loss of debuggability? (y or n) y
Verify :
rizky@PANOS> show system state | match aggressive-cleaning
cfg.debug-sw-du.config: { 'aggressive-cleaning': True, }
3) Enable deep cleaning at 90% :
rizky@PANOS> debug software disk-usage cleanup deep threshold 90
3) Clean unused/old update :
rizky@PANOS> debug pancfg-directory-usage clean
> config Clean unused saved configurations
> dynamic-updates Clean unused dynamic updates
> software-images software-images
Clean old backup config :
rizky@PANOS> debug pancfg-directory-usage clean config saved
DEFAULT 2024/02/10 10:01:23 2176.8K
DEFAULT-10FEB2024 2024/02/10 10:01:33 2176.8K
PaloAlto-3010-17JAN24-LB 2024/01/17 19:20:08 2032.8K
PaloAlto-3010-17JAN24-LB-PRD 2024/01/17 19:45:14 2029.4K
PaloAlto-3010-17JAN24-LBNET 2024/01/17 19:42:49 2033.2K
autosave-10.2-20230728.xml 2023/07/28 14:32:09 1823.0K
<value> Filename
rizky@PANOS> debug pancfg-directory-usage clean config saved PaloAlto-3010-17JAN24-LB
Clean old anti-virus update :
rizky@PANOS> debug pancfg-directory-usage clean dynamic-updates anti-virus update panup-all-antivirus-xxxx-xxxx.tgz
successfully removed panup-all-antivirus-xxxx-xxxx.tgz
Clean old content update :
rizky@PANOS> debug pancfg-directory-usage clean dynamic-updates content update panupv2-all-contents-xxxx-xxxx.tgz
successfully removed panupv2-all-contents-xxxx-xxxx.tgz
Clean old software update :
rizky@PANOS> debug pancfg-directory-usage clean software-images version 10.x.x-hxx
Successfully removed image
Barakallahu fiikum,
Wa jazakumullahu khair.
Menghadapi Krisis Dengan Panduan Syariat
﷽ 📗 Menghadapi Krisis Dengan Panduan Syariat 👤 Ustadz Doktor Firanda Andirja حفظه الله 📅 18 Juli 2026, 09.00 WIB. Tabiat dalam kehidupan...
-
﷽ On Palo Alto Networks firewalls, a 100% full /opt/pancfg partition is a known critical issue and can break commits, upgrades, and logging....
-
﷽ Hereby below is SAP GUI download link for those who might need it. SAP GUI 7.50 Microsoft Windows OS, File size : 856 MB [ Download ] Ma...