﷽
Di era serba digital ini, tantangan mendidik anak semakin besar. Bagaimana caranya kita sebagai orang tua bisa menjadi nahkoda terbaik di tengah arus deras gadget dan media sosial?
π️ Ustadz Muflih Safitra, M.Sc ΨΩΨΈΩ Ψ§ΩΩΩ
π️ Sabtu Pagi, 12 Rabiul Akhir 1447 H
π️ 4 Oktober 2025
π Pukul 09.00 WIB
π Masjid Al-Aziz, Jl. Soekarno Hatta No. 662 – Bandung
π‘ Live Streaming
https://youtube.com/live/heXY8kP4dlg
Kita hidup dizaman digital :
1. Manusia tidak lepas dari gadget.
2. Anak kecilpun tidak lepas gadget
3. Internet masuk kesemua hal.
Bahaya penggunaan Gadget :
1. Stimulasi negatif pada pertumbuhan otak.
Usia 0 - 2 tahun masa pertumbuhan otak paling cepat, dan berkembang hingga 21 tahun. stimulasi gadget mengakibatkan defisit perhatian.
2. Hambatan perkembangan.
Saat menggunakan gadget kecenderungan anak kurang bergerak sehingga berdampak pada perkembangan.
3. Obesitas.
Penggunaan gadget berlebihan meningkatkan resiko obesitas sebanyak 30 % dan dapat meningkatkan resiko stroke dan menurunkan harapan hidup.
4. Gangguan tidur.
Orangtua tidak mengawasi anaknya menggunakan gadget, sebuah studi menemukan 75% anak usia 9-10 tahun menggunakan gadget di kamar tidur, berdampak pada penurunan prestasi belajar.
5. Penyakit mental.
Penggunaan gadget berlebihan menjadi faktor penyebab meningkatnya laju depresi, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar dan gangguan perilaku.
6. Agresif.
Anak yang terpapar tayangan kekerasan digadget beresiko menjadi agresif, disebabkan tayangan pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan dan kekerasan lainnya.
7. Pikun digital.
Konten media kecepatan tinggi berpengaruh dalam meningkatkan resiko defisit perhatian, sekaligus penurunan daya konsentrasi dan ingatan. Pasalnya bagian otak yang berperan dalam melakukan hal itu cenderung menyusut.
8. Adiksi.
Kurang perhatian orangtua anak lebih cenderung dekat dengan gadget mereka, hal ini memicu adiksi mereka seakan-akan tidak dapat hidup tanpa gadget mereka.
9. Radiasi.
WHO mengkategorikan ponsel dalam resiko 2B karena radiasi yang dikeluarkan.
10. Tidak berkelanjutan.
Pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan, dengan demikian pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan.
11. Kerusakan ahlak.
12. Ketagihan onani.
13. Terjerumus pada freesex dan perilaku seks menyimpang.
14. Kerusakan otak.
15. Prestasi akademik menurun.
Kerusakan otak karena pornografi.
Pornografi dapat menyebabkan kecanduan yang dapat merusak otak. Bagian otak yang dirusak adalah Prefrontal Cortex : Mengendalikan hawa nafsu dan mengambil keputusan.
Bisnis pornografi bertujuan :
1. Uang.
2. Kecanduan.
3. Otak rusak.
4. Pengakses jadi pelanggan.
Cara pornografi masuk :
1. Mudah diakses.
2. Mudah didapatkan.
3. Aggressive.
4. Tidak perlu identitas.
Target pornografi :
1. Anak laki-laki : Kemaluan diluar, Otak kiri gampang fokus, Hormon sex testosterone.
2. Anak belum baligh : Otaknya belum bersambung, Sekali melihat langsung candu.
3. Anak 3S : Smart, sensitive, spiritual hampa.
4. Anak BLAST : Boring(bosan), Lonely(sendirian), Angry(marah), Sad(sedih), Tired(lelah).
Media pornografi :
1. Gadget.
2. Media Sosial.(WhatsApp, Telegram, Line}
3. Video klip.
4. Games.
5. Film.
6. Komik.
7. Novel.
Pola pornografi merusak anak :
1. Tidak sengaja melihat (takut, cemas,jijik).
2. Prefrontal Cortex belum matang, maka masuk ke pusat perasaan.
3. Keluar cairan Dopamin menjadi fokus.
4. Otak meminta lagi hingga hilang rasa jijik, cemas,takut.
5. Desentralisasi (tidak ingin melihat yang sama).
6. Kecanduan.
7. Melakukan (M,O,S beda jenis, LGBT).
Ciri kecanduan :
1. Kurung diri, habiskan waktu dengan gadget dan internet.
2. Ditegur soal gadget marah.
3. Berbicara menghindari kontak mata.
4. Mulai impulsif.
5. Berbohong.
6. Berbuat jorok.(sexual)
7. Sulit konsentrasi.
8. Menyalahkan orang lain.
9. Hilang empati.
Solusi :
1. Aturan dan batasan yang jelas tentang gadget.
2. Alihkan dengan aktivitas lain bersama anak.
Asosiasi dokter anak US dan Canada membuat aturan penggunaan gadget pada anak :
- 0-2 tahun, sama sekali tidak ada gadget.
- 3-5 tahun, 1 jam sehari.
- 6-18 tahun, 2 jam perhari.
Solusi kecanduan pada anak :
1. Orangtua sadar.
2. Orangtua belajar agama.
3. Perbaiki kualitas ibadah.
4. Perbaiki pola komunikasi.
5. Suami istri saling mengisi rohani.
6. Ayah duduk berceramah dihadapan anak.
7. Ajarkan pendidikan seksual sejak dini.
8. Hindari contoh tidak baik, selfie.
9. Tunjukkan kasih sayang.
10. Awasi kontrol pertemanan.
11. Jauhkan dari permainan yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.
12. Maksimalkan waktu untuk anak, khususnya ayah yang bekerja.
13. Ibu sebaiknya tidak bekerja, kecuali sangat butuh dan penting.
Barakallahu fiikum
Wa jazakumullahu khair.
Saturday, October 4, 2025
MENDIDIK ORANG TUA DI ZAMAN GADGET
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Sebab-sebab Hati Berpenyakit
﷽ π Kitab Al-Bahrur Raa’iq fi Az-Zuhd war-Raqaa’iq karya Syaikh Dr. Ahmad Farid Ustadz Ahmad Bazher hafizhahullahu ta’ala π️ Sabtu Pagi,...
-
intitle:"index of" "/usernames" intext:"-----BEGIN CERTIFICATE-----" ext:txt intitle:"index of" ...
-
﷽ This is just a 5 minutes article on howto install Anydesk on Debian based Linux (Kali/Parrot/Ubuntu). # Update and preparation : $ s...
No comments:
Post a Comment