﷽
🎙️ Ustadz Abu Qotadah حفظه الله
🗓️ Ahad Pagi, 6 Rabiul Akhir 1447 H
🗓️ 28 September 2025
🕘 Pukul 09.00 WIB
📍 Masjid Al-Aziz, Jl. Soekarno Hatta No. 662 – Bandung
https://www.youtube.com/watch?v=bky8iodc0Fc
Mendidik anak tentu harus memiliki ilmu, terlebih di zaman saat inibyang begitu luar biasa tantangannya, maka perlulah kita duduk sejenak mengevaluasi dan mencatat bekal tambahan untuk mendidik anak-anak kita.
Pada intinya tujuan pendidikan anak adalah mendidik anak kita agar berakidah lurus, diantara penyebab kegagalan pendidikan pada umumnya di Indonesia :
1. Infrastruktur organisasi, artinya organisasi baik pemerintah maupun swasta yang kurang baik, SDM yang kurang kompeten dan konflik didalamnya.
2. Infrastruktur politik, kebijakan yang kurang mendukung pendidikan, tidak memahami fungsi dan tujuan pendidikan.
3. Infrastruktur sosial, terkait dengan cara pandang dalam melihat (menilai) pendidikan, yang berakibat proses pendidikan terhambat baik dari sisi intelektual, sisi moral, dan sisi skill (keahlian).
Masih dianggap oleh 30% rakyat Indonesia, bahwa pendidikan adalah kewajiban, bukan sebagai dorongan pribadi, sebagian yang lain dorongan yang kedua, bahwa pendidikan hanya untuk nilai dan sekedar ijazah atau gelar, dorongan yang yang ketiga, bahwa pendidikan itu untuk dapat bekerja.
Yang akan dibahas pada kajian ini adalah pada point ketiga yaitu Infrastruktur Sosial, pola pikir yang keliru adalah bahwa pendidikan adalah dengan menyekolahkan anak, pendidikan adalah proses perjalanan hidup bukan sekedar proses sekolah, anak memiliki 4 dimensi kehidupan :
1. Kehidupan anak dalam lingkungan keluarga.
2. Kehidupan anak dalam lingkungan sekolah.
3. Kehidupan anak dalam lingkungan masyarakat.
4. Kehidupan anak dalam lingkungan digital atau media.
Ketika pendidikan ada dalam dimensi keluarga, maka seyogyanya orangtua memahami bagaimana mendidik anak. Dari proses pendidikan ini akan sangat mempengaruhi anak, 3 pilar yang mempengaruhi pendidikan anak :
1. Tingkat kesadaran orangtua.
2. Kompetensi dan pengetahuan orangtua dalam mendidik anak.
3. Nilai kepribadian orangtua.
1) Keturunan yang baik dan shaleh/shalehah adalah sebuah harapan.
Harapan orangtua agar anak menjadi bertakwa, berakhlak mulia dan berwawasan luas adalah sebuah proyek, misi spiritual dan impian luhur yang tertanam dalam hati orangtua yang berakar pada nilai-nilai tauhid, pendidikan ahlak, akidah dan ilmu :
a) Doa sebagai senjata utama.
b) Ibadah berjamaah dan dzikir.
c) Wawasan luas berbasis nilai.
Pertama : Jadikan rumah sebagai tempat belajar yang menyenangkan., libatkan anak dalam proses pendidikan, libatkan dalam mengambil keputusan.
Pengorbanan yang diperlukan :
a) Waktu dan perhatian.
b) Kesabaran dan konsistensi.
c) Investasi ilmu dan diri.
Surat Ibrahim ayat 40 :
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang tetap mendirikan shalat, demikian juga anak cucuku. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
Surat Ali ‘Imran ayat 38 :
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Artinya:
“Di sanalah Zakariya berdoa kepada Tuhannya. Ia berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa’.”
Surat As-Saffat ayat 100–102 :
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”
فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ
“Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.”
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, (Ibrahim) berkata: ‘Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia (Ismail) menjawab: ‘Hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’”
Mendidik anak tanpa interaksi :
1. Berdoa meminta kepada Allah anak-anak shaleh/shalehah.
2. Menjadikan diri kita orang yang shaleh/shalehah.
Penjelasan 3 pilar utama pendidikan anak :
1) Tingkat kesadaran orangtua.
Yang dimaksud adalah pemahaman mendalam tentang pentingnya peran pendidik utama anak. Menyadari bahwa proses pendidikan dimulai dari rumah, 5 kesadaran Orangtua :
a) Anak sebagai nikmat dan amanah. Dalilnya surat Al-Kahfi ayat 46 :
ٱلۡمَالُ وَٱلۡبَنُونَ زِينَةُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَٱلۡبَاقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيۡرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابٗا وَخَيۡرٌ أَمَلٗا ٤٦
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”
anak-anak juga dapat menjadi fitnah bagi orangtuanya, dalilnya Surat At Taghabun 15 :
إِنَّمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَأَوۡلَٰدُكُمۡ فِتۡنَةٞۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجۡرٌ عَظِيمٞ ١٥
“Sesungguhnya harta-harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah sebagai cobaan (fitnah), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.”
b) Mendidik anak adalah kewajiban syar'i, dalilnya surat At Tahrim 6 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka, serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
c) Fitrah manusia, memahami fitrah manusia yang wajib dijaga dan dikembangkan, dalilnya :
Surah Ar-Rūm ayat 30 :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Dalam hadist :
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Tidak ada seorang pun anak yang dilahirkan kecuali dilahirkan di atas fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
Fitrah : Kondisi suci dan lurus yang diberikan Allah saat manusia dilahirkan, 8 dimensi fitrah :
1. Fitrah keimanan (islam, tauhid & kebaikan).
2. Fitrah bakat.
3. Fitrah belajar & bernalar.
4. Fitrah sosialisasi & individualistis.
5. Fitrah jasmani.
6. Fitrah seksualitas & generatif.
7. Fitrah estetika & bahasa.
8. Fitrah perkembangan.
Apa peran pendidikan dalam menjaga fitrah :
1. Menjaga kemurnian fitrahnya.
2. Mengembangkan fitrahnya.
d) Sadar akan keunikan individual.
Sadari bahwa setiap anak memiliki keunikan individu, dan jangan pernah membanding-bandingkan anak.
Surat Ar-Rum ayat 22 :
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, serta berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.”
e) Pemenuhan kebutuhan holistik (asuh, asih & asah), pendidikan harus meliputi seluruh aspek :
Asuh : Kebutuhan fisiknya, seperti makanan yang halal, kesehatan fisiknya dan perlindungan.
Asih : Kebutuhan emosionalnya, seperti pemberian kasih sayang, perhatian dan rasa aman.
Asah : Kebutuhan intelektualnya, seperti stimulasi belajar dan pengembangan kemampuannya.
2) Kompetensi dan pengetahuan orangtua dalam mendidik anak.
Keahlian dan keterampilan praktis dalam mendidik dan membimbing anak. Kemampuan ini meliputi kemampuan komunikasi dan pemahaman mendalam tentang pendidikan, apa saja kompetensi yang harus dimiliki orangtua :
1. Kompetensi pengetahuan keislaman.
2. Kompetensi pedagogik (ilmu dan seni mendidik).
a. Memahami tahap perkembangan anak.
b. Prinsip tarbiyah bilhikmah.
c. Desain lingkungan belajar kondusif.
d. Pendekatan berbasis fitrah.
e. Membiasakan pembelajaran aktif dan reflektif.
f. Membentuk karakter dan kebiasaan baik.
3. Kompetensi komunikasi efektif dan bermakna.
4. Kompetensi berdiskusi dan berpikir kritis.
5. Kompetensi kepemimpinan dan keteladanan.
6. Kompetensi adaptasi teknologi dan zaman.
3) Nilai kepribadian orangtua.
Karakter, ahlak, dan kepribadian orang tua sebagai teladan hidup. Karena anak lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar.
Barakallahu fiikum
Jazakumullahu khair.
Sunday, September 28, 2025
TIGA PILAR UTAMA PENDIDIKAN ANAK
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Sebab-sebab Hati Berpenyakit
﷽ 📘 Kitab Al-Bahrur Raa’iq fi Az-Zuhd war-Raqaa’iq karya Syaikh Dr. Ahmad Farid Ustadz Ahmad Bazher hafizhahullahu ta’ala 🗓️ Sabtu Pagi,...
-
intitle:"index of" "/usernames" intext:"-----BEGIN CERTIFICATE-----" ext:txt intitle:"index of" ...
-
﷽ This is just a 5 minutes article on howto install Anydesk on Debian based Linux (Kali/Parrot/Ubuntu). # Update and preparation : $ s...
No comments:
Post a Comment