﷽
📗 Mengingkari Dunia Dengan Amalan Akhirat
👤 Ustadz Abdullah Amir Maretan حفظه الله
📅 14 Mei 2026, Ba'da Maghrib
📹 Live streaming : https://www.youtube.com/live/hdKSDLkdaUY?si=sMj2QplYLLUau7kD
🏠 Masjid Al-Aziz
📍 Jl. Soekarno Hatta No. 662, Bandung
Setelah syaikh menjelaskan hakikat keikhlasan dan keutamaannya, beliau menjelaskan mengenai gelapnya ketika seseorang menginginkan dunia dengan amalan-amalan akhirat yang sudah semestinya dia lakukan, amalan ketaatan semestinya dilakukan semata-mata karena Allah.
Berbahayanya menginginkan dunia dengan amalan akhirat.
Diantara marabahaya yang besar ketika seseorang melakukan amalan-amalan sholeh namun kemudian dengan amalan tersebut dia menginginkan bagian dari kenikmatan dunia ini ¹ diantara bentuk kesyirikan, ini bertentangan dengan kesempurnaan tauhid dan ² menggugurkan amalan Sholeh yang dikerjakan tersebut, menginginkan dunia dengan amal Sholeh jauh lebih berat daripada riya', karena ; Obsesinya hanya dunia, keinginan terhadap dunia seringkali mengalahkan keikhlasannya dalam beramal. Sedangkan riya' terkadang menimpa satu amalan namun amalan yang lain tidak.
Andapun orang beriman berhati-hati dari riya' maupun menginginkan dunia dengan amalan akhirat, dua perkara ini memiliki kekhususan masing-masing, tetapi juga dalam keadaannya secara dzohir memiliki kemiripan.
Ketika seseorang memperindah amalannya dihadapan manusia, dan target yang dikejar adalah mendapatkan penghormatan dan pujian dari manusia. Karena sanjungan dan pujian adalah diantara bentuk kenikmatan dunia. Bisa jadi seseorang melakukan amalan akhirat yang tidak dilihat manusia namun dia menginginkan dunia dari amalan yang dilakukannya, diantara contohnya : seseorang melakukan amalan haji (badal) untuk mendapatkan uangnya, atau contoh lainnya adalah berjihad untuk sekedar mendapatkan ghanimah.
Kenikmatan dunia bukan merupakan tanda kecintaan Allah, karena tanda Allah mencintai seseorang adalah :
إِنَّ اللَّهَ قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلَاقَكُمْ كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ، وَإِنَّ اللَّهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لَا يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الدِّينَ إِلَّا لِمَنْ أَحَبَّ
“Sesungguhnya Allah membagi akhlak kalian sebagaimana Dia membagi rezeki kalian. Dan sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang Dia cintai maupun yang tidak Dia cintai. Tetapi Allah tidak memberi agama (iman/hidayah) kecuali kepada orang yang Dia cintai.”
Orang yang riya' dan yang melakukan amalan akhirat untuk kepentingan dunia kedua-duanya merugi, dan pelakunya dimurkai oleh Allah. Syaikh kemudian mengingatkan betapa rugi pelakunya :
1. Tidak akan pernah mulia seseorang yang menginginkan dunia dengan amalan akhirat.
Surah Hud Ayat 15 - 16 :
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.”
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat selain neraka. Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”
Yang membuat kita beramal untuk mendapatkan dunia adalah karena kita tidak mengetahui rendahnya dunia.
لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya dunia di sisi Allah sebanding dengan sayap seekor nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi orang kafir seteguk air pun darinya.”
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مَرَّ بِالسُّوقِ دَاخِلًا مِنْ بَعْضِ الْعَالِيَةِ وَالنَّاسُ كَنَفَتَيْهِ، فَمَرَّ بِجَدْيٍ أَسَكَّ مَيِّتٍ، فَتَنَاوَلَهُ فَأَخَذَ بِأُذُنِهِ، ثُمَّ قَالَ: أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟
قَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ، وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟
قَالَ: أَتُحِبُّونَ أَنَّهُ لَكُمْ؟
قَالُوا: وَاللَّهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيهِ؛ لِأَنَّهُ أَسَكُّ، فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟
فَقَالَ: فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
Dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah ﷺ melewati pasar dan orang-orang berada di sekeliling beliau. Lalu beliau melewati seekor anak kambing cacat telinganya yang sudah mati. Beliau memegang telinganya lalu bersabda:
“Siapa di antara kalian yang mau membeli ini seharga satu dirham?”
Mereka menjawab: “Kami tidak mau walaupun gratis. Apa gunanya?”
Beliau bersabda: “Apakah kalian suka jika itu menjadi milik kalian?”
Mereka berkata: “Demi Allah, kalau masih hidup saja itu cacat karena telinganya rusak, apalagi sudah mati.”
Maka beliau bersabda:
“Demi Allah, dunia itu lebih hina di sisi Allah daripada bangkai kambing ini di mata kalian.”
إِنَّ اللَّهَ لَيَحْمِي عَبْدَهُ الْمُؤْمِنَ مِنَ الدُّنْيَا وَهُوَ يُحِبُّهُ، كَمَا تَحْمُونَ مَرِيضَكُمُ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ تَخَافُونَ عَلَيْهِ
“Sesungguhnya Allah benar-benar melindungi hamba-Nya yang beriman dari dunia padahal Dia mencintainya, sebagaimana kalian melindungi orang sakit kalian dari makanan dan minuman yang kalian khawatirkan membahayakannya.”( Hadis riwayat Imam At-Tirmidzi dari Qatadah bin An-Nu'man).
Surah Al-Isra ayat 18 - 19 :
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
“Barang siapa menghendaki kehidupan yang segera (dunia), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.”
وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا
“Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.”
2. Kenikmatan dunia yang diinginkan pun hanya akan diperoleh ketika Allah menghendaki memberikannya.
Surah Asy-Syura ayat 20:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
“Barang siapa menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya. Dan barang siapa menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.”
Oleh karena itu hendaknya orang yang beriman mengikhlaskan ibadah/amal shaleh semata-mata karena Allah.
Barakallahu fiikum
Wa jazakumullahu khair.
Thursday, May 14, 2026
Mengingkari Dunia Dengan Amalan Akhirat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Mengingkari Dunia Dengan Amalan Akhirat
﷽ 📗 Mengingkari Dunia Dengan Amalan Akhirat 👤 Ustadz Abdullah Amir Maretan حفظه الله 📅 14 Mei 2026, Ba'da Maghrib 📹 Live streamin...
-
intitle:"index of" "/usernames" intext:"-----BEGIN CERTIFICATE-----" ext:txt intitle:"index of" ...
-
﷽ This is just a 5 minutes article on howto install Anydesk on Debian based Linux (Kali/Parrot/Ubuntu). # Update and preparation : $ s...
No comments:
Post a Comment